Artinya, secara kesesuaian matan, ungkapan “Al-Insanu Mahalul Khoto wan Nisyan” bukanlah hadis. Oleh karena itu, dilarang menyandarkan kalimat ini kepada Nabi Muhammad SAW. Salah satu ancaman yang perlu kita ingat adalah sebuah hadis yang berbunyi: من كذب علي متعمدا فليتبوأ مقعده من النار.
Hadis ini mengkaji sejumlah dosa yang dideskripsikan sebagai dosa-dosa besar. Dinamakan demikian karena bahayanya yang besar terhadap pelakunya dan kepada manusia lainnya di dunia dan akhirat. Pertama: "Menyekutukan Allah" yaitu kufur kepada Allah dengan menyembah selain-Nya bersama-Nya, dan mengingkari ibadah kepada Rabb-nya.
Kalimat di atas merupakan untaian kata mutiara manusia tempat salah dan lupa. Kata bijak manusia tempatnya salah tersebut mengingatkan kita agar tidak sombong, tidak mau beristighfar kepada Allah, padahal Nabi sendiri bertaubat kepada Allah 100 kali sehari. Baca: Hadits tentang Istighfar 100 Kali.
Manusia Makhluk Pendosa. Sodikin Masrukin. Sabtu, 5 Juni 2021. Artikel Pendidikan dan Keislaman dalam kesempatan ini menyajikan tulisan tentang Manusia Makhluk Pendosa. Manusia merupakan salah satu makhluk dari sekian banyak ciptaan Allah. Ia dibekali nafsu dan keinginan akan banyak hal. Kecuali itu, manusia juga diberi akal dan hati.
Menyampaikan ilmu dengan cara bertanya untuk menarik perhatian. Shalat lima waktu membersihkan dosa-dosa dari hati manusia, seperti mandi membersihkan kotoran dari badannya. Amal-amal sholih adalah sarana untuk membersihkan dosa-dosa dan meningkatkan derajat. Di antara sebab-sebab ampunan dari dosa adalah melakukan sholat, berdoa, dan beristighfar.
Dan jika seorang Rasul yang telah dipilih oleh Allah SWT saja tidak sanggup untuk mempersatukan hati ummatnya yang telah beriman, maka terlebih lagi dengan kita ummat beliau yang tidak selamanya benar dan sudah pasti bisa salah. Sesungguhnya, segala ketentuan atas manusia hanyalah atas kekuasaan dan kehendak Allah SWT semata.
.
hadits manusia tempatnya salah dan dosa