"Manusia yang paling berat ujiannya adalah para Nabi, kemudian orang-orang saleh. Kemudian disusul oleh orang-orang mulia, lalu oleh orang-orang mulia berikutnya. Seseorang diuji sesuai dengan kadar pengamalan keagamaannya. Bila dalam mengamalkan agamanya ia begitu kuat, maka semakin keras pula cobaannya." (At-Tirmidi dan Ahmad)
"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman," sedang mereka tidak diuji lagi? dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta."
"Tidak beriman seseorang di antara kalian hingga ia mencintai Saudaranya sebagaimana mencintai dirinya sendiri." (HR. Bukhari dan Muslim). "Hijrah adalah meninggalkan hal yang buruk." (HR. Ahmad) "Semua amal anak adam dilipatgandakan 10 kali lipat hingga 700 kali atau sesuai yang Allah kehendaki." (HR. Muslim)
Enam rukun iman ini didasarkan dari ayat-ayat Al-Qur'an dan Hadits yang terdapat dalam kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim yang diriwayatkan dari Umar bin Khattab. Rukun Iman ada 6 (enam), yaitu: 1. Iman kepada Allah. Seseorang tidak dikatakan beriman kepada Allah hingga dia mengimani 4 hal: Mengimani adanya Allah.
Di sebalik ujian yang datang sudah pasti Allah SWT tidak akan sekali-kali menzalimi hambaNya. Malahan, ujian yang diberikan adalah selaras dengan kemampuan hambaNya. Perkara ini telah dinyatakan melalui firman Allah SWT melalui Surah Al Baqarah, ayat 286 yang maksudnya: "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya
Sebagaimana 15 caa menghadapi musibah dalam islam berikut, semoga dapat menjadi panduan bagi anda. 1. Menerima Musibah Tersebut. Apapun musibah yang menimpa anda, islam mengajarkan bahwa kita harus menerima segala musibah tersebut sebagai bentuk dan manfaat beriman kepada allah . Terlepas hal tersebut menyakitkan atau menyedihkan.
.
tidak dikatakan beriman seseorang sebelum diuji